Daily Research 18 Januari 2019

S2 S1 IDX R1 R2
6,302.4  6,347.6 6,423.7 6,444.5 6,500.4
  • Dow Jones naik 0.7% pada level 24,370 seiring optimisme
    pelaku pasar atas perungingan dagang Amerika China.
  • Bursa regional dibuka naik pagi ini dengan Nikkei225 naik
    0.7%, Kospi naik 0.6%, dan AORD naik 0.5%.
  • Candlestick IHSG membentuk pola doji star mengindikasikan
    potensi pembalikan arah sesaat karena dibayangi atas aksi
    profit taking kendati masih didukung aksi beli investor asing
    yang mencapai Rp 1.7 Triliun kemarin.
BSDE

Buy on Weakness

S2 S1 Level R1 R2
1,285 1,355 1,400 1,460 1,510

BSDE bergerak melemah dalam 2 hari terakhir.Namun, adanya horizontal support diharapkan dapat membatasi pelemahan lanjutan

SMGR

Hold

S2 S1 Level R1 R2
11,500 12,000 12,425 13,000 13,500

SMGR berhasil menembus level tertinggi sebelumnya yang diikuti oleh volume yang tinggi sehingga diperkirakan penguatan masih akan berlanjut.

Daily Research 17 Januari 2019

S2 S1 IDX R1 R2
6,302.4 6,347.6 6,413.3 6,444.5 6,500.4
  • Dow Jones ditutup naik 0.6% pada level 24,207.2 didukung
    saham sektor bank atas kinerja FY2018 yang baik.
  • Bursa regional dibuka sedikit naik pagi ini didukung
    sentimen Dow.
  • Candlestick IHSG membentuk pola doji star mengindikasikan
    potensi pembalikan arah sesaat atas aksi profit taking.
  • Pergerakan IHSG sepertinya masih didukung aksi beli
    investor asing yang tercatat sebesar Rp 1.4 Triliun kemarin.
UNVR

Buy on Weakness

S2 S1 Level R1 R2
44,500 46.000 47,925 48,825 50,775

UNVR berada di area negatif dengan membuat pola bearish engulfing. Namun, adanya beberapa support horizontal diharapkan dapat membatasi pelemahan lanjutan.

INCO

Sell On Strength

S2 S1 Level R1 R2
3,390 3,550 3,700 3,720 3,860

INCO bergerak menguat dengan membuat long white candle. Namun, ditutup didekat level tertinggi sebelumya sehingga diperkirakan penguatan dalam kisaran terbatas.

Daily Research 16 Januari 2019

S2 S1 IDX R1 R2
6,302.4 6,347.6 6,408.7 6,444.5 6,500.4
  • Dow Jones ditutup naik 0.65% pada level 24,065.6 didukung saham sektor teknologi.
  • Bursa regional dibuka mixed pagi ini seiring hasil voting Parlemen Inggris yang menolak Brexit.
  • Harga komoditas sedikit menguat dengan minyak mentah mencapai US$ 52 per barrel.
  • Relatif stabilnya kurs Rupiah serta aksi beli investor asing diharapkan dapat menahan aksi profit taking investor di bursa saham.
LPKR

Trading Buy

S2 S1 Level R1 R2
254 370 290 304 324

LPKR bergerak menguat cukup tinggi serta diikuti oleh volume yang meningkat sehingga diharapkan masih akan melanjutkan penguatan

TKIM

Trading buy

S2 S1 Level R1 R2
11,700 12,225 12,850 13,300 14,000

TKIM berada di area positif dengan membuat pola full white candle sehingga diharapkan berlanjut pada hari ini

Daily Research 15 Januari 2019

S2 S1 IDX R1 R2
6,262.8 6,294.4 6,336.1 6,361.4 6,385.5
  • Dow Jones diperdagangkan mixed, turun 0.36% pada level 23,909.8.
  • VIX naik 4.8% seiring kenaikan persepri risiko pasar atas Government shutdown serta hasil voting Brexit.
  • Bursa regional diperdagangkan sedikit naik pagi ini.
  • Relatif stabilnya kurs Rupiah serta aksi beli investor asing diharapkan dapat menopang IHSG yang dilanda aksi profit taking investor.
UNTR

Buy On weakness

S2 S1 Level R1 R2
23,100 24,575 26,000 27,075 28,225

UNTR bergerak di area negatif dengan membuat pola long black candle serta diikuti oleh volume yang tinggi sehingga diperkirakan pelemahan akan berlanjut.

PNLF

Sell On Strength

S2 S1 Level R1 R2
260 274 292 298 318

PNLF berada di area positif dalam beberapa hari terakhir. Namun, dengan penutupan di dekat horizontal resistance sehingga diperkirakan penguatan dalam kisaran terbatas.

Daily Research 14 Januari 2019

S2 S1 IDX R1 R2
6,287.6 6,328.7 6,361.6 6,380.3 6,443.4
  • Dow Jones diperdagangkan mixed, turun 6 point pada level
    23,995.9 dengan VIX turun 6.7% seiring masih berlanjutnya
    shutdown yang belum terlihat titik terang perundingan budget.
  • Bursa regional diperdagangkan cukup positif pagi ini dengan
    Nikkei225 mempimpin kenaikan 0.97% dan AORD naik 0.25%.
  • Bursa global menanti hasil voting Inggris terkait Brexit hari ini.
  • Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed karena potensi kenaikan
    akibat capital inflow relatif terbatas karena RSI mulai memasuki
    teritori overbought.
BBRI

Sell On Strengh

S2 S1 Level R1 R2
3,500 3,620 3,730 3,800 3,880

BBRI bergerak di area negatif dengan membuat pola bearish engulfing yang diikuti oleh volume sehingga diperkirakan pelemahan masih akan berlanjut

WSBP

Buy on Weakness

S2 S1 Level R1 R2
364 376 386 400 416

WSBP masih melanjutkan dalam beberapa terakhir. Namun, adanya horizontal support sehingga diperkirakan pelemahan dalam kisaran terbatas

Daily Research 10 Januari 2018

S2 S1 IDX R1 R2
6,181.2 6,211.6 6,272.4 6,296.1 6,317.6
  • Dow Jones diperdagangkan mendatar kendati notulen rapat FOMC
    bulan Desember menunjukkan kecenderungan kenaikan tingkat
    bunga yang mulai terbatas karena tingkat inflasi yang relatif rendah.
  • Harga komoditas logam serta minyak dunia rebound sebagai reaksi
    atas ekspektasi notulen rapat tersebut.
  • Bursa regional diperdagangkan mendatar pagi ini.
  • Aksi profit taking berpotensi menahan laju penguatan IHSG namun
    apresiasi Rupiah serta aksi beli investor “January effect” diharapkan
    dapat menopang IHSG hari ini.
IMAS

Trading Buy

S2 S1 Level R1 R2
1,835 2,110 2,230 2,360 2,640

IMAS bergerak menguat setelah berkonsoloidasi dalam beberapa waktu sehingga diharapkan penguatan masih dapat berlanjut.

TINS

Sell On Strengh

S2 S1 Level R1 R2
730 785 855 885 925

TINS masih melanjutkan penguatan dalam 3 hari terakhir yang diikuti oleh volume yang tinggi.Namun, adanya horizontal resistance diperkirakan dapat menghambat penguatan lanjutan.

Daily Research 09 Januari 2019

S2 S1 IDX R1 R2
6,140.4 6,213.6 6,262.8 6,294.4 6,358.6
  • Dow Jones naik 1.1% ditutup pada level 23,787.4 dengan volatility
    index (VIX) turun 4.3% seiring optimisme perundingan perdagangan
    Amerika-China.
  • Bursa kawasan regional diperdagangkan positif pagi ini dengan
    Kospi naik 1% diikuti oleh Nikkei225 (+0.9%) dan AORD (+0.5%).
  • Harga minyak rebound menyentuh level US$ 50 per barrel
    diharapkan dapat menopang IHSG hari ini.
  • Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung positif
    didukung aksi beli investor asing serta apresiasi kurs Rupiah
    terhadap US Dollar.
ITMG

Trading Buy

S2 S1 Level R1 R2
20,025 20,850 22,075 23,075 24,275

ITMG berhasil menguat dengan membuat pola bullish
engulfing sehingga diperkirakan penguatan akan Berlanjut.

WSKT

Sell On Strength

S2 S1 Level R1 R2
1,795 1,885 1,995 2,110 2,320

WSKT masih melanjutkan penguatan dalam beberapa hari terakhir. namun,
dengan penutupan di dekat horizontal resistance sehinga diperkirakan
penguatan akan terbatas.

 

Selamat Siang Teman Kiwoom “SOSIALISASI PENYELESAIAN T+2”

Sosialisasi Mengenai Penyelesaian T+2

PENJELASAN SINGKAT T+2

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Tentang T+2

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara – negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2.

Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri diantaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia, likuiditas pasar yang lebih tinggi, pemanfaatan dana yang lebih cepat, hingga penurunan risiko pasar secara keseluruhan.

Skema Penyelesaian Bursa Efek Indonesia

Skema Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 di implementasi menjadi sebagai berikut :

Manfaat T+2

  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa – bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ‘switching’ ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.

 

Selamat Siang Teman Kiwoom “SOSIALISASI PENYELESAIAN T+2”

Sosialisasi Mengenai Penyelesaian T+2

PENJELASAN SINGKAT T+2

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Tentang T+2

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara – negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2.

Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri diantaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia, likuiditas pasar yang lebih tinggi, pemanfaatan dana yang lebih cepat, hingga penurunan risiko pasar secara keseluruhan.

Skema Penyelesaian Bursa Efek Indonesia

Skema Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 di implementasi menjadi sebagai berikut :

Manfaat T+2

  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa – bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ‘switching’ ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.

 

Selamat Siang Teman Kiwoom “SOSIALISASI PENYELESAIAN T+2”

Sosialisasi Mengenai Penyelesaian T+2

PENJELASAN SINGKAT T+2

Siklus Penyelesaian Bursa T+2 (T+2) merupakan Penyelesaian dimana penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli dilakukan pada Hari Bursa ke-2 setelah terjadinya Transaksi Bursa.

Tentang T+2

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh Bursa di dunia, salah satu rekomendasi pengembangan Pasar Modal Dunia dan praktik yang ada saat ini adalah mempersingkat siklus penyelesaian transaksi Bursa. Saat ini negara – negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat Siklus Penyelesaian mereka dari T+3 menjadi T+2.

Penerapan T+2 dapat memberikan manfaat bagi Industri diantaranya peningkatan efisiensi proses penyelesaian, penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia, likuiditas pasar yang lebih tinggi, pemanfaatan dana yang lebih cepat, hingga penurunan risiko pasar secara keseluruhan.

Skema Penyelesaian Bursa Efek Indonesia

Skema Penyelesaian di Bursa Efek Indonesia setelah T+2 di implementasi menjadi sebagai berikut :

Manfaat T+2

  1. Efisiensi proses Penyelesaian
    Siklus Penyelesaian T+2 merampingkan proses penyelesaian saat ini sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan penurunan biaya penyelesaian bagi pelaku secara jangka panjang.
  2. Penyelarasan waktu penyelesaian dengan Bursa Dunia
    Berbagai Bursa dari Kawasan Eropa, Asia Pasifik, Australia, New Zealand, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada sudah menerapkan Siklus Penyelesaian T+2. Bursa – bursa lainnya juga telah mengumumkan rencana untuk mempercepat Siklus Penyelesaian mereka.
  3. Likuiditas pasar menjadi lebih tinggi
    Dengan waktu Penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.
  4. Perputaran dan pemanfaatan dana yang lebih cepat
    Sama halnya dengan efek, penjual akan menerima dana dan merealisasi gain 1 hari lebih cepat serta mempermudah investor untuk melakukan ‘switching’ ke instrument investasi lainnya.
  5. Penurunan risiko counterparty dan pasar
    Semakin lama waktu Penyelesaian transaksi, semakin besar risiko yang akan dihadapi oleh kedua belah pihak. Mempercepat siklus Penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi exposure antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri.